Tips Aman Bermain Game online untuk anak

tips-aman-bermain-game-online-untuk-anak

Hallo, Mama Digital. Pandemi seperti sekarang ini bikin anak selalu dirumah. Apalagi anak – anak belajarnya daring ya, Ma. Tak menepis kemungkinan bahwa mereka jadi dekat dengan gadget. Untuk anak – anak yang berusia remaja mungkin bisa kita kasih tau waktu screen time anak berapa lama, tapi bagi mama yang memiliki anak usia SD hingga SMP masih agak susah. Sebab, anak – anak usia SD itu lagi eksplor sekitar, berhubung pandemi jadinya anak sudah terbiasa dengan bermain gadget. 

Tak jarang pula, anak – anak kita jadi kerajingan bermain game online melalui gadgetnya. Enggak salah sih sebenarnya, anak kita pasti butuh hiburan secara kemana  - mana sekarang serba terbatas yekan. Namun, mama harus bisa bersikap tegas dalam menghadapi anak – anak yang memang sedang hobi bermain game online nih. 

Sebelum mamin kasih tips bagaimana menghadapi anak – anak yang hobinya bermain game online. Mama harus tau dulu nih, ternyata gameonline itu banyak macemnya loh. Cekidot ya:

  1. First Person Shooter (FPS), singkatnya ini game dengan sudut pandang orang pertama, jenisnya seperti game: Free Fire, Call Of Duty Mobile, PUBG Mobile, dll.
  2. MoBa (Mobile Battle), jenis permainan seperti ini lagi yang marak anak – anak mainkan nih. Bahkan ada kejuaraan profesionalnya juga. Contohnya: Mobile Legend, Wild Rift, Arean Of Valor, dll.
  3. MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game), ini jenis game yang bertema petulangannya misalnya tapi dalam satu map itu kita bisa berinteraksi dengan banyak pemain. Contohnya: Ragnarok X generation, Final Fantasy Mobile, 
  4. Open World Game, game jenis ini biasanya hampir sama dengan game MMORPG tapi bedanya dalam satu map hanya bisa berinteraksi dengan beberapa pemain aja. Semisal di Game Genshin Impact yang mamin mainkan. Di Game tersebut kita hanya bisa berinteraksi dengan maksimal 4 (empat) player saja dan itu harus melalui persetujuan yang memiliki Map. 
  5. MMORTS (Massively Multiplayer Online Real Time Strategy Game), game ini biasanya membutuhkan waktu untuk berpikir, karena format game ini strategi. Mamin paling menjauhi jenis game ini. Nah, untuk contoh gamenya sendiri ada: Warcraft, Final Fantasy Tactics, Age of Empires, dll. 
  6. MMOBG (Massively Multiplayer Online Browser Game), nah game berjenis seperti ini biasanya paling sering Mamin mainkan, pasalnya game – game ini ada di media social Facebook. 


Biasanya jenis game diatas yang sering anak – anak mainkan. Namun, sebelum Mama mengijinkan anak untuk bermain game pastikan terlebih dahulu bahwa rating game tersebut sesuai dengan usia anak ya. Karena jika salah dalam mengunduh game online yang tidak sesuai dengan usia anak, bisa saja ada kasus cyberbullying, atau anak akan lebih sering berkata kasar. 

Apa Itu Game Rating?

Game rating merupakan standar batas usia berapa yang dapat mengakses atau mengunduh game. Biasanya kalau di Video Game seperti Playstation, PC Game, X Bpx, Nitendo Switch, dan lainnya ada yang Namanya ESRB dan standar ini di pakai oleh semua developer game dalam menentukan klasifikasi usia. 

Lain hal dengan Mobile game, klasifikasi usia ada saat kita akan mengunduh di Playstore atau Apps Store dengan tanda usia dibawah kanan logo aplikasinya. Biasanya berupa angka usia batas minimal missal 6+, 16+, 3+, dan lainnya. Setelah Mama sudah mengetahui game Rating, jangan sembarangan juga memberikan akses bebas ya, Ma. 

Berikut ini Hal yang wajib Mama perhatikan saat mengijinkan anak bermain game:

1. Ingatkan Anak

Bermain game online biasanya membuat anak suka lupa waktu. Jangan lupa Mama wajib mengingatkannya untuk makan dan juga beristirahat. Sebab, jika dibiarkan bermain game tanpa aturan, Kesehatan anak khawatir akan terganggu dan bisa jadi akan menimbulkan efek kecanduan game online, ini bahaya sekali loh, Ma.

2. Bikin Kesepakatan dengan anak

Sebelum mengijinkan anak bermain game online, atur kesepakatan Bersama. Terutama untuk waktu bermain game dengan durasi berapa lama. Kalau bisa Mama menerapkan punishment jika ternyata anak kita melanggar kesepakatan. Misalnya tidak boleh bermain game lagi selama seminggu atau kesepakatan lainnya. 

3.Gadget Pinjam – Pakai

Untuk Mama yang memiliki anak usia dibawah 17 tahun, jelaskan pada mereka bahwa gadget yang mereka pakai itu bukan hak milik mereka tapi pinjam-pakai. Sehingga mereka akan bertanggungjawab dalam penggunaannya dan juga tidak ada rasa memiliki. Hal ini guna menghindari kalimat “ini kan hape aku, mama yang beli. Ini hak aku jadi aku bebas akses kemana aja” dan kalimat negative lainnya. Mama juga jelaskan bahwa anak usia 17 tahun tidak boleh memiliki gadget sendiri meski tak bisa kita pungkiri bahwa di era pandemic seperti sekarang, sehari – harinya anak pasti dekat dengan gadget.

4. Jika ingin menjadi Gamer Professional

Jika anak Mama ingin menjadi Gamer Profesional, lakukanlah komunikasi dengan anak seperti kewajiban – kewajiban sekolah yang sudah ia lakukan apa saja, dan juga memberikan pengertian batas usia menjadi atlet professional itu 17 tahun keatas. Jika anak sudah memenuhi kriteria tersebut. Yang mana mereka sudah sadar diri akan tanggungjawab pribadinya dan memenuhi usia. Maka, yang Mama lakukan dukung saja keinginan mereka. Sebab, menjadi gamer professional itu sekarang sudah ada jenjang karir pastinya. 

5. Dampingin anak saat bermain

Untuk anak usia 17 tahun kebawah, usahakan Mama untuk mendamping saat anak bermain game ya. Jika, bisa kita sekalian ikutan bermain Bersama anak. Selain membangun bonding antara orangtua – anak. Kita juga mengetahui pergaulan anak di dunia game online.

Sebagai Mama, kita memang harus peduli dengan apa yang anak  kita lakukan. Termasuk dalam bermain game online. Mulai dari pemilihan jenis game, rating game serta kesepakatan dengan anak sangat dibutuhkan. 

Dengan perkembangan digital yang kian pesat, Mama juga dituntut harus bisa melek Literasi digital. Yuk, Ma. Gabung di Komunitas Mama Digital Connecting Mama. Supaya bisa upgrade ilmu seputar digital dan juga Parenting. 

Penulis
Ruffie Lucretia


4 komentar:

  1. Kalau Minecraft masuk kategori mana mam? Memang pandemi ini bikin anak2 jadi ketergantungan gadget. Mesti dikasi pengertian biar tau waktu. Apalagi anak-anak yang masih batita.

    BalasHapus
  2. Wow, saya baru paham nih ternyata game ini ada klasifikasinya ya mba. Selama ini pahamnya cuma nama-namanya saja karena siswa saya sering nyebut-nyebut game saat breaktime materi. Saya berterimakasih juga atas sarannya, selama belajar di rumah terkadang saya sulit bernegosiasi dengan anak dikarenakan untuk meng-install dan bermain game yang terkadang bikin lupa waktu

    BalasHapus
  3. Wah suatu pengetahuan baru nih. Jadi bisa update apa aja yang lagi trend di anak-anak. Makasih informasinya ya Mom.

    BalasHapus
  4. Penting banget ini buat info para mama sekarang karena kondisi pandemi bikin anak kenal game online ya. Makasih infonya

    BalasHapus