Bagaimana Memulai Karir Menjadi Seorang Mama Influencer?

 


 

Pada era digital saat ini,banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan secara on line atau digital, salah satunya adalah menjadi seorang 'Mama-Influencer'. Platform yang dipilih semakin beragam, bisa menggunakan Blog, Twitter, Instagram, Facebook, You Tube, Tik-Tok, Podcast dan lain sebagainya, tergantung selera dan kreativitas kita. Bagi penyuka visual, mungkin akan lebih senang dengan Blog atau Instagram. Dan bagi Mama penyuka audio visual, maka Mama bisa memilih Platform seperti Tik-Tok atau Youtube.


Namun, masih banyak yang kebingungan, bagaimana memulai 'karir' menjadi seorang Mama Influencer?


Berikut adalah tips, bagaimana memulai karir menjadi seorang Mama Influencer yang bisa memanfaatkan perkembangan dunia digital saat ini:

 

1.  Luruskan Niat


Niat adalah fondasi utama dalam melakukan sesuatu pekerjaan, termasuk pekerjaan menjadi Mama Influencer, ya. Niatkan untuk menebar manfaat dan berbagi kepada orang lain sebanyak-banyaknya. Jangan sampai hanya berniat untuk terkenal, mencari follower semata, dan niat-niat material semata. Karena biasanya, niat seperti ini tidak akan long lasting, lho. Dan membuat kita mudah menyerah.


2. Mulai dari Hal yang Diketahui


Kita bisa mulai berbagi di Media Sosial dengan apa yang menjadi pengetahuan, keilmua, atau skill kita. Misalkan, Mama suka Make Up? Maka bisa membagikan konten seputar Make Up atau Kecantikan. Atau Mama suka memasak/baking? Mulai lah berbagi menu-menu masakan atau camilan andalan Mama di rumah. Berbagilah dengan hal yang paling dekat dan Mama kuasai, ya.


3. Menentukan Niche

 

Jika Mama sudah mengetahui, apa yang menjadi passion Mama atau pun hal yang Mama kuasai ilmunya, maka akan sangat mudah menentukan niche atau tema dari Media Sosial kita. Mama bisa berbagi tentang dunia Parenting, Kuliner, Kecantikan, Traveling, dan segala hal yang Mama suka atau Mama kuasai bidang keilmuannya.

 

4. Banyak Belajar

 

Meskipun Mama sudah menguasai konten atau materi tertentu, jangan lupa untuk tetap banyak belajar untuk meningkatkan keilmua atau skill yang Mama punya, ya. Misalkan ikut kursus Make Up kembali, mengikuti training tentang pendidikan atau parenting, mengikuti kursus masak, dan lain sebagainya. Karena upgrade ilmu pengetahuan dan skill merupakan salah satu hal yang diperlukan untuk selalu berinovasi dan menonjolkan kelebihan dari konten yang kita buat.

 

5. Kreatif dan Pantang Menyerah

 

Tulisan atau konten pertama Mama tidak menarik bagi audience? Jangan menyerah, Ma! teruslah berkreasi dan berinovasi. Lakukan pengamatan, trial and error terhadap konten yang kita buat. Tetaplah membuat konten yang bermanfaat bagi orang lain. Karena kita tidak pernah tau, konten mana yang pada akhirnya akan disukai oleh para audience Mama.


6. Bersikap Fleksibel

 

Walaupun bekerja dari dalam rumah, pekerjaan sebagai Mama Influencer juga menyita waktu, pikiran, dan juga tenaga Mama. Maka dari itu, bersikaplah fleksibel. Ketika Mama merasa lelah, maka beristirahatlah. Jangan sampai, Mama memaksakan diri untuk terus membuat konten ketika tubuh sudah membunyikan alarm untuk beristirahat. Mama bisa terus belajar mengelola waktu lebih baik lagi.

 

7. Konsisten

 

Konsisten dalam jadwal posting dan juga soal konten juga sangat berpengaruh, Ma. Konsistensi ini akan mempengaruhi kenyamanan dan kepercayaan terhadap konten yang sudah kita buat.  Mama bisa membuat jadwal untuk membuat konten dan waktu mengunggah konten secara berkala setiap minggu bahkan setiap hari.


8. Menjadi Diri Sendiri


Ini juga menjadi hal yang sangat penting, Ma. Ketika kita memilih berkarir menjadi Mama Influencer, jadilah diri sendiri, karena setiap kita pasti memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain.


Setelah membaca tips di atas, apakah Mama tertarik menjadi seorang Mama Influencer? Sharing yuk, di kolom komentar.


***


Penulis: @tettytanoyo

www.tettytanoyo.com





11 komentar:

  1. Jadi memang niatnya jangan supaya terkenal bisa dapat uang banyak yah mam? Hehe... Tapi niat ingin berbagi info gitu ya. Aku niat udah ada cuma belum konsisten bikin konten. Kadang masalah waktu, kadang masalah ide konten. Trims tipsnya mam.

    BalasHapus
  2. NOted banget buat artikelnya, Mam. Memang sekarang banyak para Mama yang manfaatkan sosial media untuk mencari uang sebagai influenser ya

    BalasHapus
  3. Konsisten ini tak mudah tapi kalau mau sukses memang kudu konsisten bikin konten2nya ya mbak :D
    Btw aku jg setuju pin terakhir tetep jd diri sendiri dengan style sendiri dan tidak berpura2 jd org lain.

    BalasHapus
  4. Niat ini memang utama ya mam. Di saat seseorang tidak punya niat yg keras maka dirasa akan sia sia belaka. Teman sya prernah ingin diajak jadi endorser namun karena niatnya kurang keras akhirnya cuma wacana semata

    BalasHapus
  5. Poin nomor 1 dan 8 itu penting banget. Ya kita nggak tahu sih ya niat orang apa, hanya si orang itu sendiri dan Tuhan yang tahu. Tapi niatnya harus baik bukan semata-mata untuk mencari uang. Dan poin terakhir itu ya aku lihat memang banyak influencer yang modal ikut-ikutan aja, kaya nggak punya personal branding.

    BalasHapus
  6. Bener banget nih kata Mamin. Biasanya kalo mama-mama pake niche parenting/ family ya.

    BalasHapus
  7. Pesannya mantul ini...
    Terimakasih banyak Connecting Mama. Karena bagian konsisten ini yang ujian banget yaa..
    Bagaimana menejemen waktu yang baik dalam mengelola konten dan posting sesuai jam sibuk masing-masing sosial media yang dimiliki.

    BalasHapus
  8. Setuju dan ga usah silau sama pencapaian orang memang rumput tetangga suka keliatan hijau tp nikmati ya biar bener2 jadi diri sendjri

    BalasHapus
  9. Bener banget ni Ma, luruskan niat di awal itu penting banget ya jadi ketika di tengah jalan nemu batu sandungan bisa ingat2 lagi niat awalnya

    BalasHapus
  10. Point 1 dan 8 itu penting banget yaa. Meluruskan niat gak cuma untuk berkarya tapi juga untuk aegala aktivitas kita. Biasanya dengan niat yang lurus semua akan mudah ya mamin. Terus yang ke 8 itu menjadi diri sendiri itu paling mudah ya karena kita harus mencintai diri sendiri sebelum kita bisa melakukan segala kebaikan.

    BalasHapus
  11. Jujur,, menjadi *mama influencer* yang berada di desa seperti aku sedikit berat. Apalagi kalau kerjaan nya gak jauh dari seputaran laptop/hp untuk post kerjaan kita.
    Makanya kadang suami suka bilang * main hp terussss* padahal ya emang kerjaan yang harus diselesaikan emang mesti melalui hp/laptop.
    Jadi terkadang diberi pemahaman pun juga gak ngerti, jadi sekarang ya cuek aja lah

    BalasHapus